Mahasiswa KKN STAIN Majene - UINSA Surabaya Latih Petani Desa Mambu Buat Pupuk Cair Gedebog Pisang
16 Aug 2026, 13:06 WITA
Editor : Kadir M. Tanniewa
POLEWALI MANDAR, Kunitik com -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Angkatan VII Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, menggelar praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah batang pisang di Desa Mambu, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (16/08/2026).
Pembuatan POC dari Gedebog dimaksud memberdayakan petani setempat serta memanfaatkan potensi limbah lokal yang selama ini terbuang sia-sia.
Koordinator Desa (Kordes), Nur Rabbi, menjelaskan Pupuk POC dari batang pohon pisang dan gula merah ini sangat baik. Lebih hemat biaya, dapat menyesuaikan anggaran, serta menjadi alternatif cerdas di tengah kenaikan harga pupuk organik pabrikan.
"Besar harapan kami program ini terus berjalan dan ada yang melanjutkan setelah mahasiswa KKN selesai. Hal ini sesuai dengan konsep ABCD (Asset, Based Community, Development, red) yang kami pakai untuk melihat potensi warga dan memilih program kerja utama," ungkapnya.
Agar hasil lebih berkualitas, mahasiswa KKN berkolaborasi Lembaga Inspirasi Anak Rakyat (LIAR) Polman. Pendampingan ini akan mengawal praktik pembuatan POC hingga pengaplikasian.
Dalam pemaparan materinya, perwakilan LIAR, Herman, menjelaskan bagian dalam batang pisang kaya akan kandungan unsur hara penting. Seperti kalium, kalsium, nitrogen, fosfor, serta bahan organik, sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.
Olehnya, Herman mengupas habis cara mengolah limbah ini melalui teknik fermentasi sederhana agar mudah diterapkan langsung oleh warga.
Dalam praktik pembuatan POC, batang pisang dicacah lalu dicampur gula merah. Sumber energi mikroba tersebut diaduk hingga benar benar mencair. Hasil pencampuran kemudian disimpan dalam wadah fermentasi dan akan dibiarkan berproses hingga tujuh hari.
"Setelah tujuh hari pupuk cair ini sudah bisa digunakan. Takaran dalam setiap tangki minimal 15 cc," urai Herman disela pembuatan POC didampingi, perangkat desa dan mahasiswa KKN.
Selain menghemat biaya, sambung Herman, pemanfaatan limbah batang pisang ini juga menjadi langkah nyata mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di pedesaan.
"Jika nantinya petani masih memerlukan penjelasan lanjut, termasuk praktik di lapangan, saya siap meluangkan waktu," ujar Herman di penghujung kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang tadi.
Sumber : kunitik.com